Surat kecil untuk Tuhan, surat terakhir gadis remaja penderita kanker

September 3, 2008 at 4:40 pm (Buku Islam, Surat Kepada Tuhan) ()

Tuhan ..
Andai aku bisa kembali..
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.
Tuhan ..
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada hal yang sama terjadi padaku ,terjadi pada siapapun.

Cuplikan itu menjadi sedikit bait dari sebuah tulisan yang ditulis seorang remaja penderita kanker Rabdomiosarkoma atau kanker jaringan lunak. Sebuah kanker ganas yang menyerang pada bagian wajah seorang gadis remaja bernama Gita Sesa Wanda Cantika. Umurnya masih 13 tahun saat dokter mengatakan kepada ayahnya bahwa putrinya hanya dapat bertahan selama 5 hari bila tidak melakukan operasi segera.

Hati ayah mana yang tidak hancur ketika tau jalannya operasi itu harus membuat sang putri kehilangan sebagian wajahnya. Sedangkan sang putri mulai bertanya mengapa diwajahnya mulai tumbuh gumpalan sebesar buah kelapa. Tak ingin melukai hati anaknya, sang ayah berserta keluarga merahasiakan kanker itu pada Keke, panggilan gadis remaja aktif dengan sejuta prestasi model dan tarik suara. Namun perlahan Keke mulai menyadari dirinya bukan sakit biasa, ia sadar hidupnya tak mungkin akan bertahan lama dengan pandangan mata yang mulai buta oleh kanker.

Walau akhirnya ia tau ia terserang kanker ganas, ia pasrah dan tidak marah pada siapapun yang merahasiakan penyakit maut itu padanya. Ia memberikan senyum kepada siapapun dan menunjukkan perjuangannya bahwa dengan kanker diwajahnya ia masih mampu berprestasi dan hidup normal di bangku sekolah. Tuhan menunjukkan kebesaran hati dengan memberikan nafas panjang padanya untuk lepas dari kanker itu sesaat.

Perjuangan Keke melawan kanker membuahkan hasil, Kebesaran Tuhan membuatnya dapat bersama dengan keluarga serta sahabat yang ia cintai lebih lama. Keberhasilan Dokter Indonesia menyembuhkan kasus kanker yang baru pertama kali terjadi pada putri Indonesia ini menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus membuat semua Dokter di Dunia bertanya-tanya.

Namun kanker itu kembali setelah sebuah pesta kebahagiaan sesaat, Kekesadar nafasnya di dunia ini semakin sempit. Ia tidak marah pada Tuhan, ia bersyukur mendapatkan sebuah kesempatan untuk bernafas lebih lama dari vonis 5 hari bertahan hingga 3 tahun lamanya. Dokter menyerah terhadap kankernya, di nafasnya terakhir ia menuliskan sebuah surat kecil kepada Tuhan. Surat yang penuh dengan kebesaran hati remaja Indonesia yang berharap tidak ada air mata lagi di dunia ini terjadi padanya, terjadi pada siapapun.

Nafasnya telah berakhir 25 desember 2006 tepat setelah ia menjalankan ibadah puasa dan idul fitri terakhir bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya, namun kisahnya menjadi abadi. Ribuan air mata berjatuhan ketika biografi pertamanya dikeluarkan secara online. Pesan Keke terhadap dunia berhasil menyadarkan bahwa segala cobaan yang diberikan Tuhan adalah sebuah keharusan yang harus dijalankan dengan
rasa syukur dan beriman. Perjalanan waktu, biografi Keke pun dipasarkan secara luas. Ditulis oleh Agnes Davonar, buku yang penuh dengan hikmah dan ketulusan ini diberi judul ” SURAT KECIL UNTUK TUHAN” ini menjadi buku kedua penulis yang memulai kariernya dari sebuah blogger dengan situs http://lieagneshend ra.blogs. friendster. com.

Misi kemuliaan buku ini cukup tergambar dengan menyumbangkan sebagian dari hasil penjualan ini kepada yayasan yang bernaung membantu penderita Kanker di Indonesia. Bahkan, buku ini diedarkan di luar
negeri dengan permintaan penerbit asal Taiwan dibawah bendera Suaraindo, yang merupakan tabloid berbahasa Indonesia, akan terbit bulan September awal. Sedangkan Di Indonesia sendiri akan diedarkan
minggu ketiga Agustus. Sebuah soundtrak yang dinyanyikan oleh penyanyi cilik Indonesia Ferel dengan judul ” Sbab kau menjagaku” menambah arti kisah perjalanan gadis remaja yang mendapatkan penghargaan sebagai siswa teladan Indonesia dari pemerintah Indonesia.

Agnes davonar sendiri mengakui, air matanya tak pernah berhenti ketika menuliskan buku ini, sehingga ia berharap buku ini dapat menjadi sebuah semangat bagi siapapun orang yang mengalami sebuah cobaan dari
Tuhan agar tetap bersyukur dan pasrah. Ayah Agnes davonar juga meninggal karena sebuah kanker paru-paru sehingga ia begitu bersemangat menuliskan kisah ini sejak 2 tahun silam dan akhirnya buku
ini dapat diedarkan secara luas. Sebuah penantian panjang tentang sebuah keimanan yang layak untuk anda miliki

Well , membaca kisah ini membuat saya seolah anak kecil yang rindu akan kasih Tuhan. Buku ini sendiri mencetak rekor penjualan 2000 buku pada penjualan hari pertama. Saya menjadi pengkoleksi sejati..mungkin anda juga harus bila anda menyakini diri anda telah sadar akan kebesaran Tuhan

2 Komentar

  1. Komunitas Bambu said,

    Paket Teror Fasisme
    Hitler sebagai diktaktor fasis telah melahirkan teror terhebat dalam sejarah, Indonesia dan masyarakatnya pun terjangkiti dan merasakan ideologi kejam ini sebagaimana tergambar dalam tiga buku berikut:
    Orang dan Partai Nazi di Indonesia; Kaum Pergerakan Menyambut Fasisme, karya Wilson, Rp. 55.000
    Orang Indonesia di Kamp Konsentrasi Nazi, Karya Parlindungan Lubis, Rp. 55.000
    Tangan Kaki Terikat, Karya John Ingelson, Rp. 40.000
    Kerusuhan Mei 1998; fakta, data dan analisis, Rp. 95.000
    Dapatkan paket menarik ini dengan memesan langsung kepada Komunitas Bambu seharga Rp. 183.000 (disc 25%)

  2. george said,

    skrg sudah ada obatnya, dan sudah banyak yg sembuh termasuk teman saya. coba baca artikelnya di http://www.cancerhelps.com. semoga saya tidak terlambat untuk kabarin berita ini.

    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: