Novel Sejarah yang Mencerahkan

September 3, 2008 at 3:03 pm (Novel, Salamadina Promo, Sejarah) ()

Oleh Salamadina Promo

Jika ada panglima perang yang tidak pernah kalah dalam pertempuran, dia adalah Khalid bin Walid. Taktiknya terkenal jitu ketangguhannya menggetarkan nyali, oleh karena itu Rasulullah saw menjulukinya Saifullah atau Pedang Allah.

Siapa pun yang menguasai Palestina, dia akan menguasai dunia.” Kata-kata itu dilontarkan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi. Tidak hanya sekadar kata, dia pun berhasil mewujudkan kata-katanya itu. Lewat perjalanan panjang Shalahuddin dan pasukannya mampu merebut kembali tahan Palestina yang telah 83 tahun lepas dari genggaman.

Ikrimah bin Abu Jahal. Boleh jadi, nama itu jarang kita dengar. Padahal, beliau adalah seorang sahabat Nabi saw. yang sangat brilian. Sebelum memeluk agama Islam, Ikrimah sangat memusuhi Nabi Muhammad saw. akan tetapi, hidayah dari Allah mampu mengubah Ikrimah seratus delapan puluh derajat. Kebencian kepada Rasulullah saw. berganti menjadi cinta yang membara.

Thariq bin Ziyad adalah “garansi” kegemilangan sejarah Islam. Karena keberaniannya, sebagian benua Eropa tersinari cahaya Islam. Namanya pun diabadikan menjadi nama sebuah perbukitan karang setinggi 425 meter di pantai tenggara Spayol, Gibraltar atau Jabal Thariq.

Itulah kisah dari Panglima Perang Islam; Khalid bin Walid, Shalahuddin Al-Ayyubi, Ikrimah dan Thariq bin Ziyad

Cerita Lengkapnya dapat anda baca di Islamic War Lord Series, buku tersebut dapat Anda peroleh di toko buku kesayangan Anda

3 Komentar

  1. Hamzah Sahal said,

    Festival Kitab Kuning menawarkan kedalaman makna pada kehidupan beragama dan
    berbudaya di masyarakat Muslim Indonesia, lebih-lebih pada saat derasnya serangan budaya global, lengkap dengan hedonisme, individualisme, konsumerisme, dan rivalisme, seperti sekarang ini. Tradisi Ramadhan di pesantren menjaga budaya yang mengedepankan substansi bukan seremoni, berbasis kebersamaan (berjamaah), bukan individualisme apalagi rivalitas, serta menggerakkan spiritualisme dan kesederhanaan yang produktif bagi kehidupan manusia, bukan hedonisme dan konsumerisme.

  2. Salamadani Promo said,

    Masih Ingatkan sama Dini, gadis asal Bandung putri bungsu dari pasangan keluarga sederhana Surachmat (49) dan Lilis Siti Maesaroh (39).Wajah Dini terbakar pada usia 3 tahun, kelopak matanya baru bisa menutup 10 tahun kemudian, tubuhnya juga hangus.
    Kini, Dini tengah menanti wajahnya yang dulu, lewat sebuah operasi rekontruksi wajah atau faceoff.

  3. Salamadani Promo said,

    Lima belas kali operasi yang dijalaninya tidak lantas mengembalikan Dini pada dunianya, dunia anak-anak. Operasi memang tak bisa mengembalikan kecantikan Dini seperti sedia kala. Namun begitu, Dini bersyukur atas kembalinya fungsi-fungsi tubuhnya seperti tangan, siku, leher, dan kelopak mata.
    Putus asakah Dini? Tidak. Gadis kecil ini tidak pernah mengeluhkan nasibnya, dia mencoba bertahan dalam derita, cobaan, dan cemoohan. Dia tak pernah menyerah pada keadaan.
    Dini adalah cermin manusia yang bersyukur. Karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur.
    Pasti penasaran kelanjutan cerita Dini, nah bukunya sekarang sudah terbit harga Rp. 27.500,- Selamat Membaca!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: