HIDUP DI PUSARAN AL-FATIHAH: Mengungkap Keajaiban Konstruksi

Agustus 21, 2008 at 10:45 am (Buku Islam) ()

Oleh Penerbit Mizan
Di dalam ayat-ayatnya yang ringkas dan padat, terkandung rahasia-rahasia yang amat dalam dan luas. Dan salah satu rahasia Surah Al-Fâtihah tersebut terletak pada ayat ke-5, “Iyyâka na‘budu wa iyyâka nasta‘‘în” (hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan) . Inilah paradigma Islam bahwa ibadah = kehidupan, dan kehidupan = ibadah.

Dengan paradigma tersebut, pengarang menawarkan manajemen hidup berbasiskan konstruksi Al-Fâtihah. Selain menghadirkan Rasulullah sebagai teladan, buku ini juga mendasarkan konsep paradigma pada
beberapa filsuf, ulama, dan pemikir Muslim, yang semakin menegaskan Islam sebagai jalan sempurna untuk meraih kebahagiaan hidup, di dunia dan akhirat.

“Al-Quran adalah mukjiat paling dahsyat bagi kehidupan.  Inti kedahsyatannya terletak pada Surah Al-Fâtihah ayat ke-5. Buku ini menawarkan sebuah perspektif tentang inti Al-Fâtihah tersebut.”
—K.H. Drs. Muchotob Hamzah, M.M., cendekiawan Muslim

“Dengan argumentasi yang memikat, buku ini menunjukkan hubungan kausalitas antara menghamba kepada Allah dan memohon pertolongan- Nya.”  —Drs. K. Ahsin Wijaya, M.Ag., Al-Hafizh,
Pengasuh Pesantren Ilmu Al-Quran “Hidayatul Qur’an”

“Muhammad Muhyidin kembali menunjukkan kepiawaiannya  dalam menguak hubungan antara hamba dan Tuhan  melalui pembacaan yang genuine atas Surah Al-Fâtihah ayat ke-5.”
—Muhammad Makhdlori, penulis buku-buku bestseller

“Buku ini memandu kita untuk kembali kepada-Nya sekaligus memohon pertolongan- Nya atas semua problema kehidupan.” —Amiruddin SBT, wartawan

“Membaca buku-buku Muhammad Muhyidin seperti menemukan tetes-tetes air  di tengah kering dahaga jiwa, tak terkecuali buku ini.  Selalu ada hal yang mengejutkan dan menyentakkan batin di dalamnya.”
—Muhammad Nurdin, aktivis mahasiswa

HIDUP DI PUSARAN AL-FATIHAH: Mengungkap Keajaiban Konstruksi Ummul Kitab (Hard Cover)
Penulis: Muhammad Muhyidin, Jumlah Halaman: 404. Harga: Rp 99.500

3 Komentar

  1. Isa Sulaiman said,

    Semoga boleh dimanfaatkan Al-Fatihah adalah satu rukun dalam solat,
    Apabila cacat bacaannya maka rosaklah solat. Oleh itu perbaikilah bacaannya dengan ilmu tajwid. Bukan setakat bacaannya saja rosak malah kita menyebut nama syaitan di dalam solat kita. Berikut diperturunkan nama syaitan laknat yang wujud didalam Al-Fatihah, sekiranya kita tidak berhati-hati.

  2. Insan said,

    Kita selalu mengatakan ada isu yang lebih besar untuk kita tumpukan. Amalan seperti baca yasin dan sebagainya kita anggap ianya kecil dan tak perlu diperbesarkan.
    Bagaimana mampu untuk kita memberikan perhatian dan penekanan serta tumpuan pada perkara yang besar secara efektif sedangkan amalan asas yang kecil2 pun kita gagal untuk melaksanakannya secara sempurna, hanya sekadar ikut-ikutan.

  3. Insan said,

    Kita bercita2 untuk merubah yang besar sedangkan yang kecil pun kita goyang dan kelam kabut. Didalam ibadah, apa yang penting ialah sesuatu perlaksanaan itu mestilah bersandarkan dalil serta nas yang shohih.
    Para ulama telah menggariskan panduan agar sesuatu amalan itu diterima, di antara syaratnya ialah, sesuatu amalan itu mestilah ittiba’ ar rasul iaitu menjadikan amalan nabi sebagai contoh. Jadi tanya diri kita dengan ikhlas, apakah amalan yang kita lakukan selama ini mengikuti sunnah Rasul atau tidak. Allahu’aklam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: