FPI Perlu Meniru Strategi Natsir
Oleh Asrori S. Karnig
Hasil penelitian lapangan tentang FPI. Menyelami tarik-menarik antara komitmen moral, godaan finansial, dan friksi internal. Ekspresi kekerasan ala FPI cenderung berumur pendek. Strategi dakwah damai gaya
Natsir lebih efektif dan tahan lama.
Membaca undangan bedah buku Hitam Putih FPI di sebuah milis, seorang jurnalis yang biasa memandu talkshow di salah satu televisi swasta bereaksi spontan. “Hitam-putih FPI? Emang-nya FPI ada putihnya?” ujar pria berkacamata minus itu, dengan senyum sinis.
Ketika diskusi buku itu berlangsung di Gedung Gatra, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis 14 Agustus lalu, seorang peserta berkerudung juga memprotes judul buku itu. Tapi dengan angle berbeda. “Aksi FPI selalu
putih, tidak ada hitamnya,” katanya, membela FPI.
FPI –kependekan dari Front Pembela Islam– adalah organisasi yang berpusat di Jakarta, yang dikenal luas lantaran lantang merazia tempat hiburan. Mei lalu, FPI kembali jadi sorotan pada saat terjadi insiden
di Monas. Ketua FPI, Habib Rizieq Shihab, sampai ditahan polisi untuk kedua kalinya. Kini ia tengah menjalani proses pengadilan. Baca entri selengkapnya »