Press Release: The Random House Group signs Webgains as affiliate network
Sumber : Yahoo! News via Yahoo! Alerts, Release Date: 21 October 2008
The affiliate program will be for rBooks.co.uk (www.rbooks.co.uk ), the official book shop for The Random House Group. It sells over 12,000 titles and provides exclusive author information, special offers and the newly released book-browsing widget. Webgains will be promoting opportunities for other sites to host click through banners to the rbooks website.
Joy Judge, e- commerce manager for The Random House Group, said the rationale for running an affiliate program for the first time was to expand brand awareness of the rbooks website and to tap into another area of online marketing. Baca entri selengkapnya »
Surah Yasin Dalam Kehidupan Sehari-har
Yâ Sîn. Bunyi ayat pertama sekaligus nama surah ini merupakan panggilan kesayangan yang khusus Allah berikan kepada setiap hamba yang membacanya. Allah menyeru pembaca “Jantung Alquran” ini untuk
berjuang menyebarkan kasih sayang.
Ketika ditimpa berbagai penderitaan, seseorang memerlukan pijakan yang amat kuat, yang kukuh. Ketika dakwah Nabi Muhammad dilecehkan, dan bahkan Nabi sendiri mulai diserang, Surah Yasin diturunkan untuk memperkukuh basis perjuangannya dalam menegakkan keadilan dan kasih sayang, yang sering kali diringkas menjadi penegakan kebenaran. Baca entri selengkapnya »
REVOLUSI IQ/EQ/SQ
Menyingkap Rahasia Kecerdasan Berdasarkan Al-Quran dan Neurosains Mutakhir (Edisi 2008, hard cover)
Author : Taufiq Pasiak, Publisher : Mizan, Our Price : Rp. 102.600,00
Buku ini menyoroti dan menguak tirai misteri struktur dan fungsi otak yang amat kompleks, dengan menggunakan ungkapan yang mudah dicerna. Ia bahkan diperkaya dengan kajian metafisik di balik tirai struktural dan fungsional otak. Baca entri selengkapnya »
Masyarakat Muslim Inggris
Sumber : BBC Indonesia, Diperbaharui pada: 19 Agustus, 2008 – Published 18:03 GMT
![]() |
|
| Brick Lane dari East London Mosque, salah satu masjid nesar London |
Gelombang kedatangan para imigran Muslim Inggris bermula pada tahun 1950an dan 1960an, dan sampai sekarang warna anak benua India masih kental dalam identitas kaum Muslim Inggris.
Pemerintah Inggris sekarang getol mendorong pembentukan identitas Muslim yang khas. Apakah ini bisa terjadi dan bagaimana bentuknya?
Setiap hari Jum’at Masjid Brick Lane di London Timur dipenuhi jemaah yang datang dari jalan-jalan di sekitarnya dan bahkan orang-orang Bangladesh yang tinggal di bagian lain kota London. Baca entri selengkapnya »
Kampanye pemilu 2009 dimulai
Diperbaharui pada: 08 Juli, 2008 – Published 11:12 GMT
![]() |
|
| Parpol pada pemilu 2009 berjumlah 34 sementara thaun 2004 berjumlah 24 partai |
Partai peserta pemilu bertekad untuk melaksanakan kampanye secara santun, tertib dan damai.
Namun dengan begitu banyaknya partai yang berusaha untuk mendapatkan dukungan, bagaimana menurut anda, apakah kampanye akan bisa berlangsung tanpa gangguan.
Apakah kampanye di dalam ruangan seperti yang dimulai minggu ini akan berguna bagi masyarakat luas untuk bisa mengetahui keberadaan partai ?
Selain nama-nama partai yang sudah diketahui masyarakat banyak seperti PDI-P, PPP, PKB, PAN, Partai Demokrat, dan Golkar, partai-partai baru harus bisa mengyakinkan masyarakat untuk memilih mereka. Baca entri selengkapnya »
The Given Day
Dennis Lehane’s ambitious new novel evokes a dark chapter of US history.
Sumber : The Christian Science Monitor, By Carlo Wolff | September 29, 2008 edition
A war-fatigued nation confronts an overheated economy, a tangle of vengeful terrorist organizations, rising joblessness, and racial tension. It sure sounds contemporary but The Given Day, Dennis Lehane’s wildly ambitious new novel, is set in Boston toward the end of World War I.
Lehane is best known for “Mystic River” and “Gone, Baby, Gone,” Boston-based police thrillers that double as morality tales even as they peer into the hearts of dysfunctional families and build on complex layers of honor.
But this time, in his eighth novel, Lehane dips back into the past. It’s an enthralling journey and one that reaffirms the imagination and narrative vigor of Lehane.
“The Given Day” mixes fact and fiction in epic fashion by swirling such historical figures as Babe Ruth, Communist author John Reed, J. Edgar Hoover, and Calvin Coolidge in with fictional characters. The primary focus of the book is the failed Boston police strike of 1919. Baca entri selengkapnya »
Why reading is not fundamental
A professor of literature extols the virtues of nonreading
Sumber : The Christian Monitor, By Marjorie Kehe | January 28, 2008 edition
I must admit that I hadn’t read more than a few sentences of Pierre Bayard’s How to Talk About Books You
Haven’t Read before I found myself thinking, “There’s no way he really believes this.” After all, how likely is it that a French intellectual (psychoanalyst and professor of French literature at the Sorbonne) is going to publicly suggest that too much reading may not be good for you? And that there is a certain virtue to nonreading? And yet that’s exactly the way that Bayard begins his trim little treatise (which is, by the way, laced with references to literature).
And so I certainly felt wary as I inched into the preface. “We still live in a society, on the decline though it may be,” notes Bayard, “where reading remains the object of a kind of worship.” It is to break through this mind set, Bayard explains, that “throughout this book, I will insist on the risks of reading – so frequently underestimated – for anyone who intends to talk about books, and even more so for those who plan to review them.”
Okay, so he’s being clever, I figured. He’s French after all, and probably very comfortable with irony. And he has certainly read Shakespeare’s “Julius Caesar” in which the wily Mark Anthony announces, “I come to bury Caesar, not to praise him,” and then does quite the opposite.
But no, long before I reached the epilogue I realized that Bayard is quite serious. (And if he’s ever read “Julius Caesar” he’s certainly not going to brag about it.) Baca entri selengkapnya »
Teruslah Berubah, Jangan Pernah Berhenti
Oleh Rusdin Didin
Baru-baru ini, aku mendapat banyak pelajaran bermakna dalam hidup. Pelajaran yang selalu membuat pikiranku mengalir puluhan pertanyaan dalam diri. Salah satu pertanyaanku—dari sekian banyak pertanyaan—yaitu adakah perubahan dalam hidupku ini. Aku sadar dan sangat sadar bahwa waktu terus bergati, dan tak pernah mengenal kata berhenti tapi sudahkah diriku ini menjadi lebih baik. Ah…aku tersadar, aku harus sesegera mungkin mengubah gelombang hidupku. Karena aku yakin bahwa hidup ini selalu mengalami perubahan. Bukan begitu sahabat?
Dua alternatif yang pasti aku jalani dalam rangka pencapaian perubahan hidupku. Apa itu? perubahan ke arah yang baik atau sebaliknya, berubah ke arah keburukkan. Setiap hari pastilah diriku berubah. Dan dua alternatif tadi (kebaikan atau keburukkan) pastilah terjadi dalam keseharian hidupku. Bahkan, kalau aku tak mau berubah ke arah lebih baik, pastilah aku akan menjalani kehidupan yang terpuruk. Aku ingat sekali sabda baginda Rasulullah tercinta (Saw); Baca entri selengkapnya »
Ayo Nikmati Efek Dahsyat Membaca!!!
Oleh AGGA VAN DANOE
“Melalui Kota kelahirannya, Magelang, Hernowo mengibarkan bendera perang agar masyarakat Indonesia berbudaya membaca, tak hanya berbudaya menonton. Buku ini mengandung bulir-bulir intelektualitas dan kemuliaan tentang hakikat membaca.” (Andrea Hirata, penulis Laskar Pelangi)
Setelah melakukan shalat dhuhur ke 9 di bulan Ramadhan 1429 H, Hernowo didapuk untuk menyampaikan materi ter”anyar”nya yaitu “Menulislah Agar Dirimu Mulia: Pesan dari Langit”. Buku ke 33 yang ditulisnya ini merupakan serangkaian buku tentang menulis lainnya yang sudah dituliskannya dalam usianya yang sudah memasuki kepala 4 ini. Baca entri selengkapnya »
Kontribusi Penerjemah Di Zaman Keemasan Islam
Oleh M.IQBAL DAWAMI
Salah satu hal yang paling signifikan dalam zaman keemasan Islam adalah ilmu pengetahuan, di mana pada waktu itu semua ilmu pengetahuan telah dikuasai dengan baik, di antaranya dalam hal sain, filsafat, kedokteran, maupun sastra.
Hal yang paling penting untuk dipertanyakan kemudian adalah mengapa sebegitu maju dan berkembangnya ilmu pengetahuan pada masa itu? Faktor-faktor apa saja yang bias memunculkan potensi keemasan Islam pada zaman tersebut? Pertanyaan inilah yang akan saya coba menjawabnya melalui tulisan ini. Baca entri selengkapnya »

