Book ban ends rare Arab-Israeli cultural exchange
HAIFA, Israel (Reuters) – For 15 years Israeli Saleh Abbasi has traded books between the Jewish state and its Arab neighbors, fostering a rare cultural link.
But in August Israeli authorities suddenly refused to renew his trading license because he was trading with “enemy” states Lebanon and Syria, frustrating both Abbasi’s business and the Arab and Israeli readers he has helped interest in each other’s literary traditions.
“How can the People of the Book be against books?” Abbasi asked, evoking the Jewish Bible as the first monotheistic holy text. “Books are a bridge to peace between cultures.” Baca entri selengkapnya »
Keluar dari Garis Kawan
Oleh Ihsan Ali-Fauzi, Direktur Program Yayasan Wakaf Paramadina
Sumber: TEMPO (Edisi 8-14 September 2008) Memoar seorang yang memutuskan keluar dari anggota jaringan Hizbut Tahrir di Inggris. Potret kecupetan berpikir.
PADA mulanya dia adalah pemuda kalem yang taat salat, mengaji, dan lembut tutur katanya kepada semua orang. Tapi, pada usia 16 tahun, ada sesuatu yang berubah: ia terlibat dalam jaringan Hizbut Tahrir di Inggris. Di matanya Islam juga ideologi yang harus mengatur semua soal, dari jenggot hingga boleh-tidaknya voting di parlemen.
Ed Husain berubah menjadi ”Islamis”. Islam ideal itu, bagi Ed Husain, tengah dikangkangi kapitalisme, sosialisme, dan ideologi sekuler lainnya, dan harus ditegakkan kembali lewat pembentukan khilafah. Dengan begitulah ”Islam sebagai solusi” bisa didesakkan ke ruang publik, termasuk dengan memanfaatkan berkah demokrasi Inggris.
Lewat buku The Islamist yang sudah diterjemahkan menjadi Matinya Semangat Jihad: Catatan Perjalanan Seorang Islamis (penerbit Alvabet) bulan lalu, Husain mengisahkan pengalamannya terpikat pada Hizbut Tahrir selama lima tahun. Ia menyelam, sebelum akhirnya memutuskan keluar dari organisasi yang mendapat ruang hidup di Inggris itu. Baca entri selengkapnya »
Sebuah Permulaan Berharga bagi Dunia Islam
Oleh M. IQBAL DAWAMI
Penerjemahan pada 650-800 M, menunjukkan sebuah permulaan yang berharga. Pada permulaannya, aktifitas penerjemahan tersebut berjumlah sedikit dan bergerak selama lebih dari satu periode panjang. Ketertarikan dalam proses penerjemahan tidak hanya berasal dari sebagian para kaum terpelajar saja, tapi pejabat-pejabat tinggi juga secara aktif mendukung usaha ini.
Misalnya, Sevrus Sebokht seorang pendeta dan Khalid Ibn Yazid Ibn Murawiya, adalah seorang penguasa dan berpengaruh dalam urusan-urusan pemerintahan yang telah memberikan dukungan besar terhadap aktifitas penerjemahan ini. Untuk pertama kalinya di Jundi-Shapur dan kemudian di Bagdad di bawah Temerintahan al-Ma’mun, penerjemahan buku-buku ilmiah, moral, sejarah dan buku-buku terkenal lainnya dilakukan ke dalam bahasa arab. Baca entri selengkapnya »
Penerjemahan Karya-Karya Yunani dan Persia ke Bahasa Arab
Oleh M. IQBAL DAWAMI
Sebelum Islam datang telah berkembang pendidikan Sassanian yang dipelopori oleh para penguasanya sendiri. Ardeshir Papakan, misalnya, mengirimkan orang-orang terpelajar ke India dan kekaisaran Romawi untuk mendapatkan karya-karya ilmiah dan filsafat.
Selanjutnya ia memerintahkan penerjemahan karya-karya tersebut ke dalam bahasa Pahlavi, sebuah tugas yang kemudian dilanjutkan oleh anak laki-lakinya, Shapur. Tradisi penerjemahan terus dipelihara, sehingga lambat laun menghasilkan lembaga-lembaga pendidikan baru di kota-kota penting Persia, seperti, Jundi-Shapur. Di antara sekolah-sekolah baru tersebut yang terkenal adalah Beit Ardeshir dimana terjemahan dilakukan oleh kepala sekolahnya sendiri, Maan Beit Ardeshiri Baca entri selengkapnya »
Kontribusi Penerjemah Di Zaman Keemasan Islam
Oleh M.IQBAL DAWAMI
Salah satu hal yang paling signifikan dalam zaman keemasan Islam adalah ilmu pengetahuan, di mana pada waktu itu semua ilmu pengetahuan telah dikuasai dengan baik, di antaranya dalam hal sain, filsafat, kedokteran, maupun sastra.
Hal yang paling penting untuk dipertanyakan kemudian adalah mengapa sebegitu maju dan berkembangnya ilmu pengetahuan pada masa itu? Faktor-faktor apa saja yang bias memunculkan potensi keemasan Islam pada zaman tersebut? Pertanyaan inilah yang akan saya coba menjawabnya melalui tulisan ini. Baca entri selengkapnya »
MENIKMATI TEMBANG DI TENGAH ILALANG
Oleh Izzatul Jannah*
Begitulah kira-kira suasana jagat kecil, saya ketika membaca novel karya MD Aminuddin ini. Saya seperti sedang berjalan-jalan di padang, mendengar lantunan tembang di tengah rimbun ilalang sembari menikmati kesiur angin, dan cericit burung-burung, sesekali terantuk bebatuan yang tertutup ilalang, terpeleset air menggenang yang luput dari pandangan, sesekali menyeruak segar bau pucuk-pucuk ilalang yang menentramkan. Saya ingin berbagi apa yang saya rasakan saat bertualang
Diantara rumpun ilalang kepada Anda. Pesan saya, saya hanya ingin menempatkan diri sebagai seorang penikmat sastra, daripada seorang kritikus di hadapan Anda. Umumnya, saya menilai sebuah karya fiksi itu bagus atau tidak secara intuitif saja, saya serahkan pada otak kanan saya untuk menikmati keseluruhan ide,alur, penokohan,ketegangan, bahasa dan endingnya. Baca entri selengkapnya »
Einstein’s Mistakes : Great and Imperfect
September 5, 2008; Page A13
Einstein’s Mistakes
By Hans C. Ohanian
Sumber : BBC News 6 September 2008 via Yahoo! alert, (Norton, 394 pages, $24.95)
Ask anyone where E=mc2 comes from and you will invariably be told “Einstein.” The name is forever
paired with the famous equation, and the two together — emblazoned on T-shirts, public monuments and book covers — are synonymous with genius, like the image of the wild-haired physicist himself.
The problem is that Einstein was not the first to discover the equation: It was known for several years before he presented it in his celebrated 1905 paper, “Does the Inertia of a Body Depend on its Energy-content?” Nor was the proof that he provided there complete. It was only in 1911 that the physicist Max von Laue offered a full proof of the startling assertion that energy equals mass times the speed of light squared — a truth that has ever since affected our understanding of matter and motion, not to mention the fabric of the universe itself. Einstein tried for years to come up with better proof of his own but could never get it quite right.
Hans C. Ohanian’s engaging “Einstein’s Mistakes: The Human Failings of Genius” is full of such interesting revelations. “Almost all of Einstein’s seminal works contain mistakes,” he writes. “Sometimes small mistakes — mere lapses of attention — sometimes fundamental failures to understand the subtleties of his own creations, and sometimes fatal mistakes that undermined the logic of his arguments.”
The pattern endured throughout Einstein’s career. Mr. Ohanian finds that four out of five of the seminal papers that Einstein Baca entri selengkapnya »
Novel Sejarah yang Mencerahkan
Oleh Salamadina Promo
Jika ada panglima perang yang tidak pernah kalah dalam pertempuran, dia adalah Khalid bin Walid. Taktiknya terkenal jitu ketangguhannya menggetarkan nyali, oleh karena itu Rasulullah saw menjulukinya Saifullah atau Pedang Allah.
“Siapa pun yang menguasai Palestina, dia akan menguasai dunia.” Kata-kata itu dilontarkan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi. Tidak hanya sekadar kata, dia pun berhasil mewujudkan kata-katanya itu. Lewat perjalanan panjang Shalahuddin dan pasukannya mampu merebut kembali tahan Palestina yang telah 83 tahun lepas dari genggaman. Baca entri selengkapnya »
