Keluar dari Garis Kawan

September 20, 2008 at 3:38 am (Buku Islam, Muslim, Sejarah) ()

Oleh Ihsan Ali-Fauzi, Direktur Program Yayasan Wakaf Paramadina

Sumber: TEMPO (Edisi 8-14 September 2008) Memoar seorang yang memutuskan keluar dari anggota jaringan Hizbut Tahrir di Inggris. Potret kecupetan berpikir.

PADA mulanya dia adalah pemuda kalem yang taat salat, mengaji, dan lembut tutur katanya kepada semua orang. Tapi, pada usia 16 tahun, ada sesuatu yang berubah: ia terlibat dalam jaringan Hizbut Tahrir di Inggris. Di matanya Islam juga ideologi yang harus mengatur semua soal, dari jenggot hingga boleh-tidaknya voting di parlemen.

Ed Husain berubah menjadi ”Islamis”. Islam ideal itu, bagi Ed Husain, tengah dikangkangi kapitalisme, sosialisme, dan ideologi sekuler lainnya, dan harus ditegakkan kembali lewat pembentukan khilafah. Dengan begitulah ”Islam sebagai solusi” bisa didesakkan ke ruang publik, termasuk dengan memanfaatkan berkah demokrasi Inggris.

Lewat buku The Islamist yang sudah diterjemahkan menjadi Matinya Semangat Jihad: Catatan Perjalanan Seorang Islamis (penerbit Alvabet) bulan lalu, Husain mengisahkan pengalamannya terpikat pada Hizbut Tahrir selama lima tahun. Ia menyelam, sebelum akhirnya memutuskan keluar dari organisasi yang mendapat ruang hidup di Inggris itu. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Teruslah Berubah, Jangan Pernah Berhenti

September 20, 2008 at 2:32 am (Rusdin Didin, Strategi, Uncategorized) ()

Oleh Rusdin Didin

Baru-baru ini, aku mendapat banyak pelajaran bermakna dalam hidup. Pelajaran yang selalu membuat pikiranku mengalir puluhan pertanyaan dalam diri. Salah satu pertanyaanku—dari sekian banyak pertanyaan—yaitu adakah perubahan dalam hidupku ini. Aku sadar dan sangat sadar bahwa waktu terus bergati, dan tak pernah mengenal kata berhenti tapi sudahkah diriku ini menjadi lebih baik. Ah…aku tersadar, aku harus sesegera mungkin mengubah gelombang hidupku. Karena aku yakin bahwa hidup ini selalu mengalami perubahan. Bukan begitu sahabat?

Dua alternatif yang pasti aku jalani dalam rangka pencapaian perubahan hidupku. Apa itu? perubahan ke arah yang baik atau sebaliknya, berubah ke arah keburukkan. Setiap hari pastilah diriku berubah. Dan dua alternatif tadi (kebaikan atau keburukkan) pastilah terjadi dalam keseharian hidupku. Bahkan, kalau aku tak mau berubah ke arah lebih baik, pastilah aku akan menjalani kehidupan yang terpuruk. Aku ingat sekali sabda baginda Rasulullah tercinta (Saw); Baca entri selengkapnya »

Permalink 1 Tanggapan

Menyingkap TEROR & FITNAH

September 20, 2008 at 2:10 am (Buku Islam, Sally Setianingsih) ()

Oleh Sally Setianingsih

Judul: Menyingkap TEROR & FITNAH, Penulis : Hj.Irena Handono, Penerbit: Gerbang Publishing
Tebal : 320 halaman, Cetakan : Agustus 2008 
  
Stereotip  bahwa  Islam adalah agama  yang penuh  kekerasan, disebarkan dengan peperangan serta agama terbelakang melekat kuat pada pikiran orang-orang barat. Hal ini dikarenakan mereka tidak  memahami Islam secara benar. Sejarah tentang Islam dipenuhi oleh pendapat-pendapat para orientalis yang tendensius. Pemberitaan terhadap Islam pun penuh dengan propaganda negatif.
 
“Padahal jika barat memahami Islam langsung dari sumbernya, tidak terpengaruh oleh segala opini negatif yang ada saat ini serta jujur terhadap sejarah  maka merekapun akan menyadari  bahwa segala prasangka  mereka kepada Islam adalah salah.” (Karen Armstrong) Baca entri selengkapnya »

Permalink 1 Tanggapan

Kepentingan Penerbit, Keinginan Peresensi

September 20, 2008 at 2:02 am (Anwar Holid) ()

Oleh Anwar Holid

HUBUNGAN peresensi dengan penerbit ternyata cukup kompleks. Ini terjadi karena dalam diri peresensi terkandung beberapa aspek pembacaan dan kepenulisan, antara lain menyatu sekaligus sebagai pembeli (konsumen), pencinta (penikmat) buku, dan kritikus buku. Sementara kepentingan penerbit biasanya lebih langsung dan jelas, ialah harapan agar terbitannya diterima khalayak (pasar), diapresiasi dengan baik, dan cukup pantas untuk dibanggakan.

Mencari pola kerja sama yang pas dan fleksibel antara penerbit dan peresensi merupakan tema pertemuan peresensi Penerbit Matahati, yang diadakan di perpustakaan Bale Pustaka, Bandung, 28 Agustus 2008. Di awal berdiri, Matahati boleh jadi paling dikenal karena menerbitkan tetralogi Kisah Klan Otori (Lian Hearn.) Mereka kini menerbitkan fiksi dan nonfiksi, mulai dari genre fiksi fantastik sampai buku manajemen motivasi diri dan wawasan dunia medis. Hadirin hampir semua sekaligus merupakan blogger, dengan rentang kecenderungan antara sebagai desainer dan komikus, penulis buku dan cerpen, jurnalis, dan pendidik Buku dan tulisan sudah mengurat dalam diri mereka. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Ayo Nikmati Efek Dahsyat Membaca!!!

September 20, 2008 at 1:54 am (Buku Islam, Membaca, Uncategorized)

Oleh AGGA VAN DANOE

“Melalui Kota kelahirannya, Magelang, Hernowo mengibarkan bendera perang agar masyarakat Indonesia berbudaya membaca, tak hanya berbudaya menonton. Buku ini mengandung bulir-bulir intelektualitas dan kemuliaan tentang hakikat membaca.” (Andrea Hirata, penulis Laskar Pelangi)

Setelah melakukan shalat dhuhur ke 9 di bulan Ramadhan 1429 H, Hernowo didapuk untuk menyampaikan materi ter”anyar”nya yaitu “Menulislah Agar Dirimu Mulia: Pesan dari Langit”. Buku ke 33 yang ditulisnya ini merupakan serangkaian buku tentang menulis lainnya yang sudah dituliskannya dalam usianya yang sudah memasuki kepala 4 ini. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Sebuah Permulaan Berharga bagi Dunia Islam

September 18, 2008 at 4:22 pm (Buku Islam, M. Idbal Dawami, Sejarah) ()

Oleh M. IQBAL DAWAMI

Penerjemahan pada 650-800 M, menunjukkan sebuah permulaan yang berharga. Pada permulaannya, aktifitas penerjemahan tersebut berjumlah sedikit dan bergerak selama lebih dari satu periode panjang. Ketertarikan dalam proses penerjemahan tidak hanya berasal dari sebagian para kaum terpelajar saja, tapi pejabat-pejabat tinggi juga secara aktif mendukung usaha ini.

Misalnya, Sevrus Sebokht seorang pendeta dan Khalid Ibn Yazid Ibn Murawiya, adalah seorang penguasa dan berpengaruh dalam urusan-urusan pemerintahan yang telah memberikan dukungan besar terhadap aktifitas penerjemahan ini. Untuk pertama kalinya di Jundi-Shapur dan kemudian di Bagdad di bawah Temerintahan al-Ma’mun, penerjemahan buku-buku ilmiah, moral, sejarah dan buku-buku terkenal lainnya dilakukan ke dalam bahasa arab. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Penerjemahan Karya-Karya Yunani dan Persia ke Bahasa Arab

September 18, 2008 at 4:01 pm (Buku Islam, M. Idbal Dawami, Muslim, Sejarah) ()

Oleh M. IQBAL DAWAMI

Sebelum Islam datang telah berkembang pendidikan Sassanian yang dipelopori oleh para penguasanya sendiri. Ardeshir Papakan, misalnya, mengirimkan orang-orang terpelajar ke India dan kekaisaran Romawi untuk mendapatkan karya-karya ilmiah dan filsafat.

Selanjutnya ia memerintahkan penerjemahan karya-karya tersebut ke dalam bahasa Pahlavi, sebuah tugas yang kemudian dilanjutkan oleh anak laki-lakinya, Shapur. Tradisi penerjemahan terus dipelihara, sehingga lambat laun menghasilkan lembaga-lembaga pendidikan baru di kota-kota penting Persia, seperti, Jundi-Shapur. Di antara sekolah-sekolah baru tersebut yang terkenal adalah Beit Ardeshir dimana terjemahan dilakukan oleh kepala sekolahnya sendiri, Maan Beit Ardeshiri Baca entri selengkapnya »

Permalink 1 Tanggapan

Kontribusi Penerjemah Di Zaman Keemasan Islam

September 18, 2008 at 3:32 pm (Buku Islam, Sejarah, Uncategorized) ()

Oleh M.IQBAL DAWAMI

Salah satu hal yang paling signifikan dalam zaman keemasan Islam adalah ilmu pengetahuan, di mana pada waktu itu semua ilmu pengetahuan telah dikuasai dengan baik, di antaranya dalam hal sain, filsafat, kedokteran, maupun sastra.

Hal yang paling penting untuk dipertanyakan kemudian adalah mengapa sebegitu maju dan berkembangnya ilmu pengetahuan pada masa itu? Faktor-faktor apa saja yang bias memunculkan potensi keemasan Islam pada zaman tersebut? Pertanyaan inilah yang akan saya coba menjawabnya melalui tulisan ini. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Anwar minta sidang darurat DPR

September 18, 2008 at 2:59 pm (Anwar Ibrahim, Badawi, Uncategorized) ()

Sumber : BBC Siaran Indonesia, Diperbaharui pada: 18 September, 2008 – Published 10:18 GMT

Oposisi Malaysia pimpinan Anwar Ibrahim semakin meningkatkan tekanan terhadap pemerintah
Oposisi Malaysia pimpinan Anwar Ibrahim semakin meningkatkan tekanan terhadap pemerintah

Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim meminta pertemuan darurat parlemen guna melakukan mosi tidak percaya terhadap PM Abdullah Badawi.

Anwar menjanjikan untuk menggunakan sidang khusus ini guna menunjukkan dia memiliki dukungan yang cukup juga menjatuhkan koalisi Barisan Nasional pimpinan Perdana Menteri Abdullah Badawi.

“Hari ini, para pemimpin Pakatan Rakyat mengirim surat kepada Perdana Menteri meminta adanya sidang khusus parlemen guna mempertanyakan kepemimpinan Abdullah Ahmad Badawi,” demikian kata Anwar seperti dikutip oleh kantor berita AP. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

MENIKMATI TEMBANG DI TENGAH ILALANG

September 18, 2008 at 2:47 pm (Buku Islam, Novel, Sejarah) ()

Oleh Izzatul Jannah*

Begitulah kira-kira suasana jagat kecil, saya ketika membaca novel karya MD Aminuddin ini. Saya seperti sedang berjalan-jalan di padang, mendengar lantunan tembang di tengah rimbun ilalang sembari menikmati kesiur angin, dan cericit burung-burung, sesekali terantuk bebatuan yang tertutup ilalang, terpeleset air menggenang yang luput dari pandangan, sesekali menyeruak segar bau pucuk-pucuk ilalang yang menentramkan. Saya ingin berbagi apa yang saya rasakan saat bertualang

Diantara rumpun ilalang kepada Anda. Pesan saya, saya hanya ingin menempatkan diri sebagai seorang penikmat sastra, daripada seorang kritikus di hadapan Anda. Umumnya, saya menilai sebuah karya fiksi itu bagus atau tidak secara intuitif saja, saya serahkan pada otak kanan saya untuk menikmati keseluruhan ide,alur, penokohan,ketegangan, bahasa dan endingnya. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »